5 Kekhawatiran Ini Dialami Mahasiswa Tingkat Akhir Perkuliahan dan Tipsnya



Kuliah hampir menjadi salah satu jenjang yang dipilih oleh banyak orang. Walaupun pemerintah mewajibkan program pendidikan 12 tahun, yaitu pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), banyak orang yang melanjutkan kembali pendidikan mereka dengan kuliah. Tentu saja hal tersebut dilakukan untuk menimba ilmu agar lebih bisa diaplikasikan di dunia kerja dan meningkatkan taraf hidup.

Nah, pasti sudah pada tahu, kan, kalau di akhir masa perkuliahan, mahasiswa harus membuat dan menyelesaikan sebuah tugas akhir yang sering kita kenal dengan sebutan SKRIPSI.

Ya, skripsi sering menjadi momok bagi mahasiswa semester akhir. Hal itu karena skripsi menjadi syarat bagi mahasiswa yang ingin lulus dari kuliah dan menyandang gelar Sarjana. Selain itu, stigma masyarakat menganggap bahwa mengerjakan skripsi adalah sesuatu yang menakutkan.

Berikut ini 5 kekhawatiran yang dialami mahasiswa tingkat akhir perkuliahan beserta tipsnya. Yuk, kita simak pembahasannya!

1. Mencari topik dan fenomena yang melatarbelakangi skripsi

Ada baiknya topik dan fenomena skripsi harus up-to-date dan berkaitan dengan kondisi terkini. Hal itu juga bisa menunjukkan salah satu adanya keterbaruan riset dari penelitian yang akan kamu lakukan dan laporkan hasilnya. Pastikan topik yang kamu pilih harus berhubungan dengan program studi atau jurusan yang kamu ambil, ya.

Tujuannya agar kamu nggak kebingungan saat ditanya oleh dosen penguji tentang kaitan skripsimu dengan jurusan yang kamu pilih. 

2. Dosen pembimbing

Dapet dosen pembimbing yang baik, enak diajak diskusi, dan nggak ribet pasti membuat kita jadi juga ikutan santai dan enjoy dalam ngerjain skripsi. Namun, nyatanya, kita nggak bisa menentukan akan kebagian dosen pembimbing yang seperti apa.

Sudah banyak sekali kasus mahasiswa di-ghosting oleh si dosen pembimbing karena bapak/ibu dosen sibuk ngajar, sibuk pengabdian, sibuk ini, itu. Belum lagi, mood dosen yang nggak bisa kita tebak, lagi badmood-kah, lagi happy-kah, atau lagi nggak mau bimbingan. 

Saran penulis, si mahasiswa harus lebih proaktif dan tau etika-etika dasar dalam menghubungi dosen saat ingin meminta saran dan perbaikan. Jangan terkesan mengejar-ngejar, terburu-buru, dan ingin cepat. Ingat, dosen juga punya pekerjaan lain, lho. Jadi, jangan buat dosen pembimbing punya kesan yang buruk terhadap kamu, ya. 

3. Revisi skripsi 

Kekhawatiran lainnya yang pasti dan akan selalu terjadi dalam setiap proses pengerjaan skripsi, yaitu revisi. Ya benar, rasanya pengerjaan skripsi nggak akan afdol tanpa adanya revisi. Sudah sepaket, lah, istilahnya. 

Anggaplah bahwa revisi adalah cara agar isi skripsi kamu menjadi lebih baik dan lebih bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mengeluh apalagi sampai ditunda pengerjaan skripsi hanya karena revisi yang banyak, ya. Semakin nggak dikerjakan, skripsi akan semakin terbengkalai. 

Sebaiknya, sebelum mengerjakan skripsi, bacalah pedoman dalam penyusunan skripsi untuk mengurangi banyaknya revisi yang kamu dapatkan. Didalam pedoman pasti akan dijelaskan mengenai do dan don’t terutama penulisan kalimat dalam skripsi. 

4. Pelaksanaan sidang skripsi

 Skripsi sudah selesai dikerjain, cusss langsung daftar untuk ikut sidang. Seketika mahasiswa langsung overthinking. Gimana nanti kalau pas sidang aku gugup, ya? Gimana nanti kalau aku nggak bisa menjawab pertanyaan dari dosen? Gimana kalau nanti sidangnya offline? Atau online? Dan gimana-gimana lainnya. 

Ada baiknya sebelum sidang, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan latihan presentasi dan menjawab pertanyaan. Pelajari dengan baik skripsi yang telah kamu buat. Siapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan. 

Lalu, tidur yang cukup dan gunakan pakaian yang rapi saat ingin mengikuti sidang. Pastikan kamu juga sudah menyiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk mengikuti sidang, ya. 

5. Mau kerja di mana, ya?

Skripsian udah, revisian udah, sidang udah, acara wisuda udah juga. Terus apa lagi, dong? Yes, setelah selesai kuliah, tujuan kita pasti ingin mencari kerja. Kerja di mana, ya? Hal yang harus kamu lakukan adalah update terlebih dahulu CV kamu.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai isi CV, bisa dicari di situs lain, ya. Sudah banyak, kok, yang membahas bagaimana cara agar CV kamu menjadi menarik di mata HRD.

Nah, itu tadi 5 kekhawatiran yang dirasakan mahasiswa semester akhir beserta tipsnya! Eits, ingat, kekhawatiran akan selalu menjadi sebuah kekhawatiran. Kamu hanya perlu mengerjakan skripsi dengan senang hati dan sungguh-sungguh, nikmati prosesnya. Bagi kamu pejuang skripsi, semoga skripsimu cepat selesai, ya!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.