Polusi Udara Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Autoimun


Paddingtonantiquecentre.com.au – Hubungan antara polusi udara dan penyakit autoimun menjadi sedikit lebih jelas berkat penelitian besar-besaran baru-baru ini terhadap lebih dari 6 juta orang Kanada.

Studi yang dipimpin oleh peneliti Naizhuo Zhao dari McGill University ini menemukan paparan polusi udara jangka panjang meningkatkan risiko penyakit autoimun, seperti lupus, sindrom Sjogren, skleroderma, dan lainnya yang kurang umum.

Namun, peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana polusi udara dapat memengaruhi sistem tubuh, selain mengiritasi paru-paru, lapor Science Alert.

Peneliti menduga, menghirup polusi udara dari waktu ke waktu memicu peradangan sistemik di seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan atau memperburuk sejumlah penyakit autoimun.

Baca Juga:
China Sukses Turunkan Hampir Setengah Polusi Udara Dalam Waktu Tujuh Tahun

Ada hubungan positif antara timbulnya penyakit autoimun dan partikel dalam polusi udara, khususnya partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau kurang yang disebut PM 2,5.

Deretan gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara Jakarta, Jumat (17/6/2022). Kualitas udara Jakarta disebut yang terburuk di dunia pada Juni 2022. [Antara/Aprillio Akbar]
Deretan gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara Jakarta, Jumat (17/6/2022). Kualitas udara Jakarta disebut yang terburuk di dunia pada Juni 2022. [Antara/Aprillio Akbar]

Berdasarkan hasil cacatan kesehatan selama minimal 4 tahun, sekitar 32.000 orang didiagnosis penyakit autoimun sistemik.

Terlepas dari hasilnya, diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami interaksi antara berbagai bentuk polusi udara, terutama ozon yang berisi polutan berbahaya, dengan penyakit autoimun.

Perlu diingat bahwa ada faktor lain penyebab penyakit autoimun, seperti genetika, pola makan ultra-olahan, dan infeksi virus (dalam kasus Multiple Sclerosis).

Dasar biologis, seperti perbedaan jenis kelamin pada penyakit autoimun juga menjadi fokus.

Baca Juga:
Studi: Polusi Udara Bisa Pengaruhi Gangguan Otak dan Kerusakan Saraf



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.