Respon Menparekraf Sandiaga Saat Candi Borobudur Dibandingkan dengan Angkor Wat: Its So Much More


Paddingtonantiquecentre.com.au – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi banyak pihak yang membandingkan Candi Borobudur dengan Angkor Wat di Kamboja, usai muncul wacana kenaikan harga tiket masuk ke candi Buddha terbesar di dunia itu.

Menurut Sandiaga, pembatasan pengunjung pada peninggalan warisan budaya seperti relief dan candi, selain Candi Borobudur, sudah dilakukan lebih dulu baik di Angkor Wat maupun Piramida di Mesir.

“Tentunya kajian berapa yang akan dibebankan kepada wisatawan bukan hanya yanh ada di Angkor War di Kamboja, tapi juga di Machu Picchu yang ada di Amerika Selatan, maupun Piramida yang ada di Mesir,” ujar Sandiaga saat konferensi pers, Senin (6/6/2022).

Machu Picchu adalah bangunan peradaban peninggalan Suku Inca, berupa benteng yang berdiri di ketinggian 2.430 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Amerika Selatan.

Baca Juga:
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Naik, Menparekraf Janji Ada Jalan Keluar untuk Umat Buddha yang Ingin Beribadah

Angkor Wat (Pixabay/sharonang)
Angkor Wat (Pixabay/sharonang)

Sehingga harga tiket Candi Borobudur tetap akan alami kenaikan dengan tujuan menjaga dan melestarikan warisan leluhur, namun semua masukan dari berbagai pihak akan dipertimbangkan.

“Masukan ini termasuk dari tokoh agama akan memberikan pengayaan pada berapa yang akan dibebankan kepada wisatawan,” jelas Sandiaga.

Di sisi lain, meski belum pernah berkunjung ke Angkor Wat, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan Candi Borobudur punya nilai dan kekhasan yang tidak tergantikan.

Apalagi bangunannya disebut lebih tua, karena dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, sedangkan Angkor Wat dibangun pada abad ke-12 Masehi.

“Saya belum pernah ke Angkor Wat, tapi menurut saya Borobudur ini, it’s so much more, karena di Borobudur ini nanti bisa kita gali, melalui relief-relief ini, bahwa banyak di 1200 tahun lalu leluhur kita memiliki suatu keagungan, dari kehidupan dan menata peradaban,” ungkapnya.

Baca Juga:
Luhut Naikkan Tiket Masuk Candi Borobudur, Pakar: Abaikan Psikologi Politik Masyarakat

Ia melanjutkan, peradaban yang tertera di candi sebagai rumah ibadah umat Buddha itu, meliputi kemaritiman, peternakan, pertanian, perdagangan, dan sebagainya.

“Nah, ini nanti akan ditampilkan di virtual reality, kira-kira itulah yang akan kita dorong makin kita perkaya pengetahuan kita tentang Borobudur,” tutup Sandiaga.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.