Rusia Penuh Propaganda dan Tipu Daya, Indonesia Tolong Aktif Bantu Kami


Paddingtonantiquecentre.com.au – Di tengah krisis atau tepatnya suasana perang yang masih berlangsung di Ukraina sejak dimulainya aksi ofensif tentara Rusia 24 Februari 2022 lalu, pemerintah kedua negara pun terus saling berbalas klaim juga kecaman. Ukraina di satu sisi, baik melalui Presiden Volodymyr Zelensky sendiri maupun pejabat pemerintahan lainnya, juga gencar menyerukan dan meminta dukungan dari berbagai pihak.

Dalam satu momen “dadakan” pada Selasa (1/3) pagi, Paddingtonantiquecentre.com.au berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. 

First, I’m really grateful for your attention. In fact, saya kira penting orang-orang di Indonesia mengetahuinya, apa yang sedang kami lakukan adalah menginformasikan orang-orang mengenai apa yang terjadi saat ini. Tapi (yang) lebih penting adalah kemampuan memberikan informasi yang dilakukan kami secara besar-besaran yaitu di media, di TV, tentang kebohongan-kebohongan dan disinformasi. Alat yang membuat propoganda itu adalah senjata yang berbahaya dalam perjuangan melawan dunia.

Baca Juga:
Via Telepon, Menlu China dan Ukraina Bicarakan Situasi di Tengah Invasi Rusia

Dan mereka juga tidak perlu sampai masuk. Dan saya ingin bangsa Indonesia mengetahui kebenarannya, karena selama ini Ukraina adalah bangsa-bangsa yang bangga karena bangsa Ukraina adalah orang-orang seperti… Dan mereka harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau saya… mungkin tidak cocok karena situasi selalu berubah setiap jam. Jadi kami menerima informasi terus dalam kurun waktu dua jam. Yang penting (dan) perlu diketahui adalah Ukraina saat ini sedang dalam serangan, dan ini bukan tentang konflik. Jangan hiraukan kata konflik atau apa pun itu, karena ini adalah satu-satunya instrumen. Ini adalah perang, tapi melawan warga sipil.

Kemarin ketika saya pulang dari pertemuan lalu ke Jakarta, saya menerima kabar bahwa Rusia mulai bom tempat-tempat tinggal di kota-kota besar. Ini bukan pertempuran melalui tentara antar tentara, ini adalah penyerangan dengan senjata melawan orang-orang sipil. Saya tidak tahu di mana tempat keluarga dan korbannya, tapi orang di sana melihat secara langsung, dan mereka tidak dapat mengetahui jumlah total korban jiwa. Yang bahkan saya tidak dapat menemukan tempat untuk menjelaskan yang dilakukan oleh Federasi (Rusia).

Ini bukan dadakan, tapi karena tidak diketahui akan terjadi. Tapi setidaknya kami mengira bahwa di satu ini perang atau serangan ini akan ditujukan kepada militer. Tapi yang terjadi adalah satu kejadian di 2021. Di bawah Nazi, di bawah Hitler, kami mengetahui bagaimana itu berakhir. Kami tahu apa yang sedang kami lakukan, kami tahu bagaimana itu akan berakhir. Jadi pada saat itu terjadi di Ukraina, semua wilayah dari selatan Ukraina saat ini yang saya ketahui… dan serangan-serangan juga dimulai dari (selatan?) ke arah… salah satu wilayah terbesar di Eropa dan di timur juga ada serangan. Karena saya mengira… adalah kawan kami yang akan membantu kami melawan perang, tapi ternyata ini sebuah kesalahan.

Saya yakin karena hal ini. Bagaimana bisa mempercayai saya? Mungkin saja saya menyampaikan informasi salah. Kenyataannya adalah ada puluhan ribu video dan foto-foto dan terjemahan online dan orang-orang yang meyaksikan secara langsung tragedi (ini). Semua orang memiliki haknya… dan jika Anda lihat mereka ambil dari lantai tiga atau lantai empat, mobil-mobil tank melindas mobil secara langsung. Ini adalah tingkah laku tentara dan menghancurkan mobil yang ada keluarga. Ketika saya melihat serangan, mereka menyerang… dia adalah kenyataan tragis. Jadi yang kami dapati adalah tentaranya melakukan kejahatan-kejahatan terhadap kemanusiaan. Sangat sulit berbicara tentang hal ini, karena saya memiliki keluarga yang saat ini sedang di sana, istri saya, anak saya. Dan ini tidak mudah bagi saya.

Saya tinggal di area kota, dan sepupu, anak dan istri saya, mereka tinggal di beberapa puluh kilometer di tengah kota kecil di Kyiv dan situasinya stabil di daerah-daerah luar. Terakhir kali saya berkomunikasi dengan istri saya, (mereka) ada perkemahan di jalan sekitar 500 meter. Jadi mereka menghabiskan setengah hari di bawah… sebagai perlindungan, dan keluarga saya ada di sana juga. Walaupun situasinya tidak buruk, namun mereka terhindar dari serangan segala macam dan mereka masih ada akses kepada air, listrik, tapi terkadang akses tersebut terhenti karena tidak stabil. Kemarin mereka kehabisan makanan, jadi mereka harus pergi ke suatu tempat, dan bahkan jalan-jalan biasa pun tidak aman karena banyak tentara yang membawa tembakan.

Baca Juga:
Operasi Militer ke Ukraina Disebut Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Semua orang sudah dibilang untuk tidak panik dan fokus untuk menyelesaikan solusi, dan mereka sudah diingatkan untuk menyiapkan makanan pangan. Tapi pada akhirnya itu semua habis. Kehabisan roti, kehabisan daging, dan makanan-makanan segalanya. Jadi beberapa toko itu. Tapi yang utama adalah setiap orang sedang bekerja, pabrik-pabrik sedang bekerja, ada makanan dan segala macam, tapi logistiknya itu sedang dalam ancaman. Karena setiap orang di jalan bisa ditembak kapan saja. Jadi pengiriman itu sulit, dan orang-orang di sana sedang menemukan cara untuk mengirimkan mobil, membeli makanan untuk semua kawasan. Dan orang-orang mencoba untuk selamat, bertahan selamat.

Kami berkomunikasi melalui Whatsapp, Zoom, tetapi kadang diskoneksi melalui Zoom. Tapi saat ini sedang dipersiapkan lagi. Jadi kami hanya menggunakan internet untuk saat ini. Dan semoga tidak akan dipotong lagi, diskoneksi lagi, sehingga saat ini kami bisa terhubung. Kalau tidak memiliki jalur komunikasi, sangat terganggu. Saya komunikasi dengan istri hampir setiap hari, (meminta) mereka untuk tetap tenang dan semua orang untuk tidak panik. Ibu saya adalah tulang punggung keluarga saya, dan saya umur 3 tahun saat itu. Dan ketika mereka datang, ibu saya akan bertarung sampai mati.

Yang perlu diketahui bahwa hal ini sudah dimulai sejak lama, dan sistem itu dibangun dari ratusan tahun yang lalu. Jadi sistem kebohongan ini dan semua disinformasi ini dibangun sejak 1990an(?). Lalu ketika kami merdeka, semua mengetahui kebenarannya bahwa itu semua yang disebabkan karena kebohongan, tidak ada satu pun kebenaran. Jadi jika mereka tidak suka negaranya, tidak suka orangnya, maka tinggal sebar saja berita buruknya… Kami telah melewati banyak perang… peperangan terakhir itu saat Perang Dunia II dan orang-orang masih melawan komunisme.

Terakhir kali kami diserang tahun 1943(?). Itu serangan terbesar, 15 ribu orang mati dan orang-orang meninggalkan rumah mereka. Dan kini setelah 80 tahun, orang-orang mengerti bahwa sangat penting untuk tidak panik. (Tapi) Karena itu sama sekali tidak diperkirakan, akhirnya banyak orang panik dan ini akhirnya… Tidak semua, tapi banyak penghianat, dan mereka menyerah kepada Rusia karena panik… Jika ingin pindah, jika ingin dievakuasi, tentu saja dengan tenang. Dan saya mengetahui bahwa sudah dipastikan aman. Jika kalian panik, maka kami akan panik. Jika tenang, kami akan menang.

Seorang perempuan membagikan makanan dan minuman kepada sejumlah warga Ukraina yang hendak menyeberang perbatasan Tiszabecs, wilayah perbatasan dengan Polandia. (Foto: AFP)
Seorang perempuan membagikan makanan dan minuman kepada sejumlah warga Ukraina yang hendak menyeberang perbatasan Tiszabecs, wilayah perbatasan dengan Polandia. (Foto: AFP)

Yang penting adalah kebohongan kebohongan dari Rusia dan disinformasi dari Rusia itu ditujukan kepada siapa, dan jangan menerima informasi dari siapa pun. Karena Presiden yang menyampaikan informasi tersebut. Jika Presiden yang memberikan informasi, mana mungkin dia berbohong. 600 kilometer persegi dan dari wilayah yang diduduki Rusia. Kyiv ibukota Ukraina itu sekitar… Kalo mereka memang ingin melindungi warga mereka, itu tidak dibetulkan alasannya. Mungkin bisa dipikirkan secara logika. Dan mereka menyerang kepada mereka yang tidak bisa berbicara bahasa Rusia.

Anda tidak bisa melindungi orang-orang di wilayah bagian. Apa pun yang dilakukan tidak boleh melakukan pembunuhan pada warga sipil, anak-anak. Bukannya melindungi anak-anak dan perempuan tapi malah membunuh mereka, dan itu jutru aneh. Mungkin nampaknya tidak terlihat, tapi justru sakit secara mental, itulah yang disebut paranoid. Paranoid itu adalah orang itu terlihat normal, sadar, dia berbicara dengan lantang, dia menunjukkan ekspresi bahwa dia itu tidak normal. Namun jika Anda mulai menganalisis, bisa dilihat bahwa masalahnya tuh sangat dalam dan jauh. Oleh karena itu, terima kasih kepada pemimpin-pemimpin kita yang sudah menyampaikan hal tersebut.

Lagi, saya beritahu supaya clear. Saya menganalisis dan memperhatikan dengan seksama Jerman, China, Jepang… Karena dia kan terlihat baca analisis dan Anda harus membacanya. Jadi propaganda di sini… panutan Mr. Putin. Yang mereka katakan adalah buat kebohongan yang sangat-sangat aneh, seakan-akan tidak bisa dipercaya sama sekali, dan maka orang lain akan mempercayai kebohongan tersebut. Mereka tahu jika Anda mengetahui kebohongan itu sedikit, mereka tidak akan percaya. Tapi jika kebohongannya besar, maka pasti orang lain akan percaya. Dan apa yang terjadi di Ukraina 8 tahun yang lalu, Rusia mengirim kelompok-kelompok teroris militer ke bagian timur Ukraina. Bukan saja itu, tapi (juga) ke kota-kota utama kota dengan jutaan populasi. Dan mereka suka untuk memprovokasi orang untuk melawan otoriter kota. Hanya di bagian Ukraina Timur mereka sukses.

Kemudian mereka menyerang dari kota ke kota untuk provokasi, (bahwa) banyak pihak-pihak teroris ngebom kantor-kantor dan bangunan-bangunan. Dan kami mengarahkan polisi untuk menangkap atau melawan mereka. Ketika sudah mulai hampir selesai, militer Rusia datang ke Ukraina, dan dalam waktu beberapa hari ribuan orang mati karena tertembak. Dan tentu saja di garis di tempat di mana penjaga militer Rusia duduk itu sudah dikuasai Rusia. Kami tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di sana. Jadi bagaimana kami bisa melakukan genosida di daerah-daerah tersebut yang kami sendiri tidak mengontrol. Tidak ada tentara Ukraina, tidak ada senjata Ukraina, bagaimana mungkin kami bisa melakukan genosida.

Akan saya tunjukkan buku-buku orang-orang yang keluar dari penjara yang sangat terkenal, bukunya berjudul Isolated. Selama 8 tahun ini ratusan orang Ukraina itu disiksa dan hanya beberapa yang bisa kabur. Mereka yang berhasil kabur mengatakan hal yang luar biasa. Ketika mereka memberi tahu Anda akan hal ini, Anda mungkin tidak akan percaya. Dan kemudian ketika memberitahukan tentang badan mereka, yang ada simbol Ukraina di badan mereka disiksa. Jika ada simbol Ukraina, dipotong tangannya, dipotong kakinya. Dan saya mohon dari berita-berita itu adalah kejadian yang sama. Mereka melakukan hal yang buruk, kemudian ketika orang-orang tahu mereka bilang bahwa Ukraina yang melakukan hal yang buruk. Dan mereka membuat ancaman bagi Ukraina, namun di saat yang sama mereka mengatakan bahwa Ukraina mengancam Rusia. Tapi ketika mereka mendapatkan pengaruh mereka di wilayah-wilayah mereka, mereka mengatakan bahwa NATO membawa pengaruh mereka ke Eropa. Tapi jika Anda dengarkan apa yang mereka katakan dan pikirkan hal yang sebaliknya, itulah yang sebenarnya mereka lakukan.

Tadi Anda sempat menyinggung sedikit tentang sikap Indonesia terhadap apa yang terjadi di ukraina dan Rusia kan? Sebenarnya apa sih yang diharapkan, misalnya oleh Anda sendiri atau Pemerintah Ukraina, terhadap Pemerintah Indonesia, (artinya) sikapnya terhadap invasi ini, kejadian ini?

Oh, iya. Saya sangat menghargai Indonesia dan perjuangan Indonesia. Saya menghormati semangat “merdeka” dari orang-orang Indonesia. Saya menyadari bahwa jalan perkembangan Indonesia, jalan Indonesia untuk merdeka, jalan pendewasaan suatu negara. Saya tidak melebih-lebihkan bahwa saya mengatakan Indonesia pada saat ini bukan saja pemimpin regional. Karena dilihat dari Presidensi G20, saya dapat mengatakan (bahwa) meskipun Anda tidak memiliki senjata nuklir, pasti tidak ada keputusan di dunia diambil tanpa keputusan Indonesia. Pengaruh Indonesia itu sedang berkembang. Apa pun yang Indonesia katakan dengan lantang, itu tidak akan ditolak atau didiamkan oleh orang mana pun, baik negara mana pun, Amerika, China, Rusia atau siapa pun di dunia ini.

Tidak ada yang bisa mendiamkan salah satu kekuatan global. Jadi yang saya harapkan dari Pemerintah Indonesia adalah berdiri dengan secara lantang (menyatakan) bahwa mereka menentang agresi Rusia ke Ukraina. Dan saya berharap dari Pemerintah Indonesia, parlemen Indonesia, berdiri dengan tegas dan menyatakan kepada Putin untuk menghentikan agresi. Karena Ukraina selalu siap untuk mencari solusi damai dari masalah apa pun. Tapi kami tidak mungkin untuk berdiskusi, karena saat ini pun orang-orang sedang mati. Tidak ada ruang untuk negosiasi ketika orang-orang dibom semua.

Jadi saya harapkan bahwa pemerintah dan parlemen Indonesia, jika orang-orang Indonesia lagi-lagi berdiri dan berbicara dengan lantang, dan mengusahakan Putin menghentikan perang saudara ini, dan menarik tentaranya dari Ukraina. Itu saja yang saya harapkan. Dan setelah ini, setelah menghentikan Putin, setelah ini saya harapkan Indonesia untuk ikut partisipasi dalam proses perdamaian. Karena saya yakin Indonesia mengerti apa yang dibutuhkan untuk merdeka, dan untuk mempertahankan perdamaian.

Dan proses negosiasi seperti ini di Ukraina, yaitu berdialog dengan Rusia, itu tentu akan butuh moderator dalam proses ini. Karena dialog dengan Rusia itu hal yang sulit dilakukan. Saya dengan tulus berharap bahwa Indonesia akan berperan dari (penyeru perdamaian?) ke koordinator dan negosiator. Karena lagi-lagi Indonesia adalah negara damai dan melakukan segala hal untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah, bagaimana Indonesia menjaga dialog ketika terjadi keributan antar-negara. Saya menghargai hal ini.

Apa lagi yang saya harapkan dari Indonesia, adalah saya ingin bantuan militer, karena korban jiwa dan bangunan yang dihancurkan itu sangat banyak. Oleh karena itu, saya mengharapkan bantuan militer dari pemerintah. Sesuatu seperti ini tidak akan pernah dilupakan bangsa dan negara, sama seperti Indonesia pasti mengingat tahun 1945, 1949, 1948. Ketika kami berperang melawan penjajah, dan Ukraina tidak pernah memiliki raja, tidak pernah memiliki kerajaan. Selalu saja demokrasi, orang selalu memilih pemimpin. Tentu orang tidak akan melupakan ini, terbantu dari Indonesia. Bantuan apa pun dari pemerintah, dan bantuan perkataan apa pun dari orang-orang yang berpengaruh atau pemerintah, dari parlemen atau orang-orang yang terkenal, dari siapa pun itu, akan sangat membantu dan tak terlupakan oleh bangsa Ukraina.

Oke, ini mungkin bisa jadi pertanyaan terakhir. Soal perkembangan terbaru terkait dengan perundingan delegasi Ukraina dengan Rusia, kabarnya tidak menemui kata sepakat. Nah, bisakah Anda jelaskan, seperti apa? Kenapa sampai tidak menemui kata sepakat?

Bahkan orang mana pun mengerti dua hal, yaitu pertama, kita tidak mungkin negosiasi perdamaian, namun di saat yang sama Rusia membunuh warga sipil. Tidak mungkin bisa jika bernegosiasi (selubung?) seperti negosiasinya terbuka. Kenapa mereka melakukan ini? Ada dua alasan. Satu karena untuk mengambil waktu (berikut?), karena rencana mereka adalah melakukan serangan militer. Sekarang mereka kembali untuk satu, dua kali serangan, jadi mereka menggebrak waktu.

Maka dari itu mereka menggunakan tahap negosiasi ini untuk mempersiapkan serangan baru. Ketika banyaknya negara di dunia itu mendukung, tapi banyak negara juga yang mengatakan bahwa kalau kami mendukung Ukraina, kami mengerti alasan Rusia demi disabilitas, menginginkan perdamaian seperti pihak-pihak (yang mau) komunikasi… Kita sedang diserang secara langsung, bukan sekadar pertengkaran biasa. Ini adalah perang, agresi nyata. Rusia tidak pernah bernegosiasi. Mereka tidak (akan) pernah meninggalkan Ukraina, kecuali dunia mengambil perannya dengan mengatakan tidak.

Ini spesifik dari rezim. Mereka pasti menuduh Ukraina tidak mau melakukan negosiasi atau melakukan dialog. Itu adalah tindakan bijak untuk jalan tersebut, tapi tidak berguna.

Pihak Ukraina sudah jelas menghentikan tentara (Biden?) dengan pasukannya, atau dua hari ketika tentara Rusia menyerang kami, bisa stop.

Artinya, pihak Ukraina sendiri ingin berunding, begitu, tetapi pihak Rusianya (harus) gencatan senjata lebih dulu, tidak melakukan invasi?

Oke, langkah pertama, mereka harus berhenti menyerang. Ini merupakan dasar untuk negosiasi, berhenti menyerang. Mungkin selanjutnya bisa melakukan dialog, tapi step pertama mereka harus berhenti membunuh warga sipil, tidak menembakkan peluru, dan pengeboman lainnya. Jika mereka tetap melakukan ini, kita tidak akan bisa bernegosiasi. Jadi mudah untuk mengatakan bahwa, bayangkan ada dua orang berantem di jalan, lalu ada orang yang datang dan mengatakan “Harusnya kalian bernegosiasi”, “Kenapa kalian berantem? Ada apa ini?” Apa yang harus mereka lakukan untuk mengatakan sesuatu ketika berantem, karena mereka sedang bertengkar, tidak berbicara. “Berhenti bertengkar. Apa yang terjadi?” “Dia manasin gue, bla-bla-bla…” baru sekarang mereka bisa mulai bicara. Itu lebih mudah untuk mengerti situasinya. Ketika berperang, tidak mungkin berbicara, dan ketika sedang berbicara tidak mungkin berperang.

Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia, Vasyl Hamianin ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di kantornya di Kedutaan Besar Ukraina, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Paddingtonantiquecentre.com.au di kantornya di Kedutaan Besar Ukraina, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Satu lagi mungkin. Putin kemarin sempat bilang kalau dia ingin menghentikan invasi ini sebenarnya, jika Ukraina bersikap netral dulu, tidak berpihak ke negara-negara Barat atau NATO. Nah itu, pendapat Anda bagaimana?

(Oh) Tuhan! Kamu tahu, selama 30 tahun Ukraina merdeka, setelah… skala kerja sama NATO dengan Rusia lebih besar dari Ukraina dengan NATO. Mereka banyak pertukaran, banyak melakukan latihan militer. Itu satu hal. Ingat. Hal kedua, NATO dibentuk setelah Perang Dunia II, bukan untuk menyerang siapa pun. NATO itu untuk bantuin, menjaga dari penyerangan apa pun, seharusnya untuk melindungi. Bahkan senjatanya NATO pun itu untuk melindungi. Kenapa NATO itu penting untuk berbagai negara, karena alasan-alasan yang sama saat Perang Dunia II. Negara kecil tidak bisa melindungi negara mereka untuk waktu yang lama. Lalu Hitler menduduki Polandia, dan bagian-bagian lainnya. Negara kecil itu tidak mungkin, tidak mudah bagi mereka untuk melawan musuh. Karena seorang tikus tidak mungkin menyerang beruang; walaupun tetap berjuang, tapi pasti akan mati.

Jadi ide NATO adalah untuk menyatukan negara kecil, untuk menjaga perdamaian. Jika ingat satu hal, semua negara itu adalah bagian NATO, tidak mungkin melakukan perang. Simpelnya, NATO itu ada untuk menjaga.

Jika kamu lihat Ukraina dan Rusia, Rusia itu negara di mana ada beribu rudal. Sedangkan negara yang memiliki tentara besar dan dulu biasanya… Sekarang Ukraina dengan Georgia. Setiap Rusia menjelaskan kejadian buruknya itu, dia mengatakan bahwa dirinya diancam siapa? Dari Georgia? Saya minta maaf terkait perbandingan ini, tapi jika semua orang mengatakan bahwa Indonesia diserang Singapura, lihat saja dari ukurannya. Negara itu tidak mungkin menyerang karena kecil ukurannya. Jadi ancaman apa yang Rusia bicarakan? Retorika ini, bahwa mereka mengatakan dirinya merasa terancam oleh Ukraina dengan Nato. Ukraina tidak mendikte Rusia.

Kita tidak memerintah Indonesia untuk menjadi bagian dari Asia Tenggara. Itu keputusan kalian, itu peraturan kalian. Itu seperti roda politik kalian, itu keputusan Indonesia. Ukraina tidak memerintahkan China untuk menjadi partisipan di Shanghai Trade Organization atau tidak. Itu keputusan mereka. Kami tidak memberi tahu Rusia apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mengatur sebuah negara, dari siapa harus dapatkan teman, siapa yang tidak. Ukraina tidak memberi tahukan orang-orang apa yang mereka lakukan. Kamu punya cara sendiri, kita punya tujuan sendiri. Kami punya masa depan, dan kami ingin menentukan tujuan kami sendiri. Ini bukan hanya tidak adil (ketika) Rusia mengatakan bahwa “Ukraina join NATO atau Uni Eropa maka kami akan menyerang Ukraina”. Itu semua tidak adil. Ini gila. Apa yang mereka inginkan? Ehm, jika Anda punya waktu, di kesempatan lainnya saya akan kasih tahu sebuah sejarah.

Tapi, saya ulangi kembali bahwa kami sudah melawan penjajah Federasi Rusia, selama ratusan tahun. Sejak 1954 (mereka) selalu menyerang, (kami) mencoba keluar dari semua tekanan, dari dampak penjajahan Rusia, bertahun-tahun ini tidak berhenti. Ini adalah salah satu poin menakutkan Putin karena kehilangan Ukraina. Dia mengerti bahwa Ukraina ingin menjadi demokratis, bebas, mandiri, dan bahagia. Itu yang membuatnya menjadi tidak bahagia.

Saya punya argumen penting. Jika saya bertanya tentang abad ke-20, saat gencar-gencarnya apa yang terjadi di sana? Kalian pasti menyebutkan Perang Dunia II, Perang Dunia I, mungkin perang di China, atau kejadian genosida, mungkin holocaust, mungkin yang lainnya. Apa pun itu, akan menjadi tragedi buat diri kalian. Tapi tragedi besar pribadi bagi Putin, Anda bisa cek konferensi 2007/2008 kalau tidak salah, ia menyampaikan satu pidato yang sangat simbolik. Putin mengatakan bahwa tragedi terbesar adalah runtuhnya (Uni Soviet). Itu adalah tragedi pribadinya Putin dan dia sangat menginginkan itu kembali.

Jika Anda pikirkan lagi, ada berapa banyak kejadian yang ada di abad 20? Ketika 14 negara menjadi merdeka, ketika Uni Soviet runtuh. Dan dalam pidatonya, wawancara, dan menjawab pertanyaan, Putin seringkali merasakan anti Rusia, tidak ada negara. Rusia tidak mengakui kedaulatan negara Ukraina, kemerdekaan Ukraina. Bagaimana pun Ukraina mencoba pergi, tapi tidak sini kembali, kembali ke rumah. Ini adalah alpha dan omega, ini adalah awal dan akhir dari ideologinya Putin.

Tapi untuk posisi Ukraina sendiri, apakah emang sudah bergabung dengan NATO, atau ada keinginan bergabung dengan NATO? Jika belum, apa tujuannya kalau misalnya ingin bergabung dengan NATO?

Ukraina tidak akan join Nato. Kenyataannya mudah. Jika kami diberi perspektif yang jelas mengenai masa depan kami di NATO dan Uni Eropa, maka mungkin perang ini tidak akan terjadi. Mungkin kami tidak merasakan ini sendiri dan balik ke tahun 2013. Jika Uni Eropa kasih kita sinyal jelas kalau Ukraina akan jadi bagian mereka, memberikan perencanaan untuk join Uni Eropa, untuk join NATO, maka saya pikir ini tidak akan terjadi, karena orang-orang akan diperlakukan dengan berbeda.

Berikan kami perspektif, kalian kasih harapan ke Ukraina. Kami akan kembali ke bagian keluarga bangsa Eropa. Semudah ini. Kami berharap menjadi bagian dari NATO, menjadi bagian dari Uni Eropa. Ini sudah menjalani konstitusi kami, meskipun tidak ada dalam konstitusi kami. Kami ingin gabung Nato, karena banyak negara kecil dan ada negara negara besar, bagaimana NATO melindungi negara kami dari negara tersebut.

Saya sudah belajar banyak dari Indonesia, walaupun saya baru di sini. Negara luas ini. Sangat baik untuk Indonesia menemukan satu hal untuk menyambungkan kami, menyambungkan kita semua. Kami tidak ingin hak kami diambil orang-orang gila dari timur laut.

Saya dengan tulus ingin mendoakan orang-orang di Indonesia (agar) damai, aman, berkembang, dan makmur.

Saya dengan sungguh-sungguh mengagumi semangatmu (Indonesia) untuk mandiri dan damai. Untuk saya, Anda adalah sebuah sejarah. Kembali ke ratusan tahun bahkan lebih adalah simbol nyata dari kemerdekaan. Dan percayalah, banyak orang di Ukraina tahu ini, dan banyak orang di Ukraina tahu dan mengatakan “merdeka atau mati”. Ukraina tidak akan menyerah, Ukraina tidak akan jatuh dengan mudah. Setiap lelaki dan perempuan, setiap anak kecil akan melawan hingga akhir, hingga kami menang. Aku tidak akan mengatakan jadi (yang) kalah atau pemenang, hingga kami menang. Karena Tuhan akan menyelamatkan kami, akan melindungi kami dengan baik. Dan kami memperjuangkan kebaikan kami, memperjuangkan tanah kami; kami berjuang untuk merdeka. Jadi, Tuhan memberkati, Tuhan menyelamatkan Ukraina, dan Tuhan memberkati serta menjaga Indonesia.

Terima kasih sudah membicarakan hal ini, karena ini sangat menyakitkan. Ini seperti perasaan yang aneh. Kami tahu hal baik akan terjadi bertahun-tahun. Kamu tahu Chechnya di Rusia? Ingat Presiden pertama Chechnya, Dzhokhar Dudayev. Dia adalah presiden pertama. Jendral Dudayev, sangat terkenal saat itu, dan saya punya video 2 menitnya. Balik ke 1995, Dzhokhar Dudayev, presiden pertama Republik Chechnya Ichkeria, dia mengatakan tentang rasio Rusia tentang apa. Dia mengatakan, Rusia tidak tahu dan Rusia tak akan pernah tahu bagaimana Ukraina bisa lolos. Dia mengatakan tentang Ukraina. Saya tau jika mereka ke Ukraina dan bahkan tahu Ukraina diduduki. Bangsa Ukraina selalu datang kembali. Satu hari mereka kembali, dan satu hari mulai melawan balik demi tanah. Tentara (kami) akan berani mati untuk itu, karena pria Ukraina sangat tangguh. Pria Ukraina memang have fun, jahil, dan humoris. Namun saat menghadapi perang, siapa pun pria di Ukraina, yang sakit sekali pun akan terlihat sehat dan siap untuk melawan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.